Apa Itu HIV AIDS?
Penulis : Admin RS-CMC rscandimasmdicalcenter.com - Kotabumi, 12 Desember 2025
Apa Itu HIV AIDS?
HIV AIDS masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Edukasi yang benar sangat penting untuk mencegah penularan sekaligus mengurangi stigma di masyarakat.
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, khususnya sel CD4 yang berperan penting dalam melawan infeksi. Jika tidak ditangani dengan baik, HIV dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome), yaitu kondisi di mana daya tahan tubuh sudah sangat lemah sehingga mudah terserang berbagai penyakit serius.
Perlu dipahami bahwa HIV dan AIDS bukanlah hal yang sama. Seseorang yang terinfeksi HIV belum tentu berada pada tahap AIDS, terutama jika mendapatkan pengobatan secara rutin.
HIV dapat menular melalui:
Hubungan seksual tanpa pengaman dengan penderita HIV
Penggunaan jarum suntik secara bergantian
Transfusi darah yang terkontaminasi HIV
Penularan dari ibu ke bayi saat kehamilan, persalinan, atau menyusui
HIV tidak menular melalui sentuhan, bersalaman, berpelukan, berbagi alat makan, atau berada di ruangan yang sama dengan penderita.
Pada tahap awal, HIV sering tidak menimbulkan gejala yang jelas. Beberapa orang mungkin mengalami:
Demam berkepanjangan
Mudah lelah
Pembengkakan kelenjar getah bening
Jika sudah berkembang menjadi AIDS, gejala bisa lebih berat seperti penurunan berat badan drastis, infeksi berulang, diare kronis, dan penyakit oportunistik lainnya.
HIV dapat dicegah dengan:
Menggunakan kondom saat berhubungan seksual
Tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian
Melakukan tes HIV secara rutin, terutama bagi kelompok berisiko
Hingga saat ini HIV memang belum dapat disembuhkan, namun dengan terapi antiretroviral (ARV), penderita HIV dapat hidup sehat, produktif, dan memiliki harapan hidup yang hampir sama dengan orang tanpa HIV.
Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) membutuhkan dukungan, bukan diskriminasi. Dengan pengetahuan yang benar, masyarakat dapat berperan aktif dalam pencegahan, deteksi dini, dan menciptakan lingkungan yang lebih peduli dan inklusif.